Kamis, 28 Oktober 2010

HOMO HOMINI SOCIO dan HOMO HOMINI LUPUS

HOMO HOMINI SOCIO dan HOMO HOMINI LUPUS

Anda tahu apa arti dan maksud dari kalimat diatas? Mungkin kalau hanya sekedar arti atau terjemahan dari kalimat diatas, anda pasti bisa menerjemahkannya. Kita juga pasti sudah sama-sama mengetahui atau paling tidak pernah mendengar kata “Homo”. Ya, “Homo” berarti sama atau sejenis.

Sedangkan kata “Homini” bisa atau dapat diartikan sebagai manusia. Jadi dari dua kalimat diatas kita dapat mengartikan secara bahasa yaitu manusia sama atau manusia sejenis. Tapi yang dimaksud arti bukanlah arti secara bahasa, tetapi maksud atau makna dari dua kata tersebut.

Homo Homini, memiliki maksud sesama manusia. Jadi yang dimaksud sesama manusia adalah manusia itu pasti hidupnya bersama-sama. Atau kita sering mendengar istilah “Manusia adalah Makhluk Sosial”. Kita pasti sama-sama sudah mengerti maksud dari kalimat tersebut.

Manusia disebut makhluk sosial karena manusia tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri. Manusia pasti membutuhkan manusia lainnya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Coba anda bayangkan jika di dunia ini tidak ada petani dan nelayan. Dari mana kita mendapatkan beras ketika tidak ada satu orangpun yang bisa menanam padi? Dari mana kita bisa mendapatkan ikan dari lautan yang begitu luas ketika tidak ada seorangpun yang mencarinya?

Tapi kenapa sesama manusia masih ada saja perselisihan dan permusuhan? Apakah mereka yang berselisih sadar jika mereka masih membutuhkan orang lain? Atau mereka memang sudah tidak membutuhkan orang lain?

Saya berani menjamin tidak ada satu orangpun yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya secara individual dari mereka dilahirkan sampai mereka dikuburkan.
HOMO HOMINI SOCIO

Definisi Homo Homini Socio 1

Manusia, sudah jelas bahwa manusia yang dimaksud di dunia tidak hidup sendiri, dan tidak akan bisa hidup sendiri. Karena itu manusia juga disebut makhluk sosial, makhluk yang hidup berkelompok. Manusia membutuhkan informasi-informasi untuk mengetahui keadaan kehidupan yang ada, untuk memenuhi kebutuhan hidup dan survive atau juga pertahanan hidup di dunia ini.

Manusia adalah makhluk yang mempunyai aturan-aturan atau peradaban yang berbeda beda di dunia ini, setiap titik tempat pasti mempunyai peraturan yang berbeda beda. Peraturan tersebut dibuat untuk mentertibkan dan menyesuaikan dengan keadaan titik tempat tersebut, dan juga dibuat untuk mentertibkan komunikasi antar manusia.

Bukan baru-baru ini manusia sebagai makhluk sosial, tetapi sudah berabad-abad lamanya, sebagaimana telah dikatakan sebelumnya, manusia sangat membutuhkasn satu sama lain, karena beberapa alasan, tetapi ada beberapa alasan yang sangat dominan yaitu :

1.         Manusia butuh berinteraksi dan bersosialisasi atas dasar kebutuhan pangan, atau jasmaninya.
2.         Manusia butuh berinteraksi dan bersosialisasi atas dasar kebutuhan pertahanan diri, atu kita bisa sebut survival, untuk bertahan hidup.
3.         Manusia juga sangat membutuhkan interaksi dan sosialisasi atas dasar melangsungkan jenis atau keturunan.

Dari point-point di atas kita bisa melihat dan membayangkan bagaimana manusia sangat membutuhkan satu sama lain. Bukan hanya membutuhkan, tapi masyarakat atau kumpulan manusia yang berinteraksi adalah suatu komponen yang tidak terpisahkan dan sangat ketergantungan. Sehingga komunikasi antar masyarkat dientukan oleh peranan manusia itu sendiri sebagai makhluk sosial.














Globalisasi, adalah perubahan secara besar-besaran atau secara umum meluas. Dalam arus globalisasi yang berkembang sangat cepat ini manusia menjadi makhluk yang sangat mudah meniru dalam arti meniru sesuatu yang ada di masyarakat yang terdiri dari :

1.         Manusia mudah meniru atau mengikuti perkembangan kebudayaan-kebudayaan, dimana manusia sangat mudah menerima bentuk-bentuk perkembangan dan pembaruan dari kebudayaan luar, sehingga dalam diri manusia terbentuklah pengetahuan, pengetahuan tentang pembaruan kebudayaan dari luar tersebut.

2.         Penghematan tenaga dimana ini adalah merupakan tindakan meniru untuk tidak terlalu menggunakan banyak tenaga dari manusia, sehingga kinerja mnausia dalam masyarakat bisa berjalan secara efektif dan efisien.


Secara umum, keinginan manusia untuk meniru bisa terlihat jelas dalam suatu ikatan kelompok, tetapi hal ini juga kita dapat lihat di dalam kehidupan masyarakat secara luas.Dari gambaran diatas jelas bagaimana manusia itu sendiri membutuhkan sebuah interaksi atau komunikasi untuk membentuk dirinya sendiri malalui proses meniru. Sehingga secara jelas bahwa manusia itu sendiri punya konsep sebagai makhluk sosial.

Yang menjadi ciri manusia dapat dikatakan sebagai makhluk sosial adalah adanya suatu bentuk interaksi sosial didalam hubugannya dengan makhluk sosial lainnya yang dimaksud adalah dengan manusia satu dengan manusia yang lainnya. Secara garis besar faktor-faktor personal yang mempengaruhi interaksi manusia terdiri dari tiga hal yakni :

1.         Tekanan Emosiaonal. Ini sangat mempengaruhi bagaimana manusia berinteraksi satu sama lain.
2.         Harga diri yang rendah. Ketika kondisi seseorang berada dalam kondisi manusia yang direndahkan maka akan memiliki hasrat yang tinggi untuk berhubungan dengan orang lain karena kondisi tersebut dimana orang yang direndahkan membutuhkan kasih saying orang lain atau dukungan moral untuk membentuk kondisi seperti semula.
3.         Isolasi sosial. Orang yang terisolasi harus melakukan interaksi dengan orang yang sepaham atau sepemikiran agar terbentuk sebuah interaksi yang harmonis.




Definisi Homo Homini Socio 2
Menurut kodratnya manusia adalah makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat, selain itu juga diberikan yang berupa akal pikiran yang berkembang serta dapat dikembangkan. Dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya. Dorongan masyarakat yang dibina sejak lahir akan selalu menampakan dirinya dalam berbagai bentuk, karena itu dengan sendirinya manusia akan selalu bermasyarakat dalam kehidupannya. Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, juga karena pada diri manusia ada dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain, manusia juga tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia.
Tanpa bantuan manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang lain, manusia bisa menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya.

Dapat disimpulkan, bahwa manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, karrena beberapa alasan, yaitu:
a. Manusia tunduk pada aturan, norma sosial.
b. Perilaku manusia mengaharapkan suatu penilain dari orang lain.
c. Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain
d. Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia.

Sosialisasi
Peter Berger mendefinisikan sosialisasi sebagai suatu proses di mana seorang anak belajar menjadi seorang anggota yang berpartisipasi dalam masyarakat (Berger, 1978:116).
Salah satu teori peranan dikaitkan sosialisasi ialah teori George Herbert Mead. Dalkam teorinya yang diuraikan dalam buku Mind, Self, and Society (1972). Mead menguraikan tahap-tahap pengembangan secara bertahap melalui interaksi dengan anggota masyarakat lain, yaitu melalui beberapa tahap-tahap play stage, game sytage, dan tahap generalized other.
Menurut Mead pada tahap pertama, play stage, seorang anak kecil mulai belajar mengambil peranan orang-orang yang berada di sekitarnya.
Pada tahap game stage seorang anak tidak hanya telah mengetahui peranan yang harus dijalankannya, tetapi telah pula mengetahui peranan yang harus dijalankan oleh orang lain dengan siapa ia berinteraksi.
Pada tahap ketiga sosialisasi, seseorang dianggap telah mampu mengambil peran-peran yang dijalankan orang lain dalam masyarakat yaitu mampu mengambil peran generalized others. Ia telah mampu berinteraksi denagn orang lain dalam masyarakat karena telah memahami peranannya sendiri serta peranan orang-orang lain dengan siapa ia berinteraksi.
Menurut Cooley konsep diri (self-concept) seseorang berkembang melalalui interaksinya dengan orang lain. Diri yang berkembang melalui interaksi dengan orang lain ini oleh Cooley diberi nama looking-glass self.
Cooley berpendapat looking-glass self terbentuk melalui tiga tahap. Tahap pertama seseorang mempunyai persepsi mengenaoi pandangan orang lain terhadapnya. Pada tahap berikut seseorang mempunyai persepsi mengenai penilain oreang lain terhadap penampilannya. Pada tahap ketiga seseorang mempunyai perasaan terhadap apa yang dirasakannya sebagai penilaian orang lain terhadapnya itu.
Pihak-pihak yang melaksanakan sosialisasi itu menurut Fuller and Jacobs (1973:168-208) mengidentifikasikan agen sosialisasi utama: keluarga, kelompok bermain, media massa, dan sistem pendidikan.

HOMO HOMINI LUPUS
Oke, sekarang saya akan membahas tentang Homo Homini Lupus. Anda tahu apa arti kata Lupus itu sendiri? Lupus berarti serigala. Kenapa serigala? Serigala adalah hewan buas yang pada dasarnya sama dengan manusia. Mereka hidup berkelompok, bersosialisasi dengan kelompoknya, serta bisa juga mengorbankan anggota kelompoknya untuk kepentingan diri sendiri. Serigala juga terkenal dengan kebuasannya serta kelicikannya.
“Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya” atau juga disebut “Homo Homini Lupus”. Istilah ini pertama kali dikemukakan oleh Plautus pada tahun 945 M,yang artinya sudah lebih dari 1500 tahun dan kita masih belum tersadar juga. Di jaman sekarang ini sangat sulit menjadikan manusia seperti seorang manusia pada umumnya, ketimbang menjadikan manusia seperti serigala. Sepertinya istilah ini masih tetap berlaku sampai sekarang.
Tidak bisa dipungkiri hidup di dalam suatu negara sangat di butuhkan sosialisasi karena kita tidak dapat hidup dengan sendirinya tanpa ada manusia lain. Apalagi seperti keadaan sekarang ini kita hidup di jaman yang serba susah .Demi mempertahankan hidup itu sendiri kita rela melakukan apa saja Mulai dari yang halal sampai yang haram, tentunya semua itu kita lakukan  untuk memperjuangkan kehidupan yang lebih baik. Untuk mewujudkan itu semua memang tidak mudah dimana kita harus menghadapi berbagai konflik yang akan memicu lahirnya sikap saling mangsa dan disinilah peran hati nurani & ego sangat dibutuhkan.
Gambaran manusia di jaman sekarang ini sangatlah mengerikan dari segi sikap dan perbuatan. Terkadang perbuatan dan sikap kita lebih keji dari pada hewan yang paling buas sekalipun, saling sikut, saling berebut, saling tikam, dan bahkan saling memangsa layaknya serigala yang buas siap menerkam mangsanya demi sebuah kepuasan (ambisi).
Sebagai contoh yang terjadi di dalam kehidupan kita seperti tindakan kekerasan, mulai dari perkelahian, pembunuhan, pemerkosaan, serta aksi teror bom yang sedang trend di negara kita dan perang dunia yang memungkinkan akan terjadi lagi. Apakah itu disebut manusia?
Pengakuan sebagai umat beragama yang telah patuh terhadap ajaranya, kerap kali memakai ajaran agamanya sebagai alasan tindakan kekerasan dan bahkan sampai menghilangkan nyawa seseorang. Banyak pelaku kekerasan seperti tersebut menyatakan ini masalah iman, masalah Tuhan atau masalah kebenaran (kebenaran yang ditafsirkan manusia itu sendiri). Tapi apakah agama mereka mengajarkan mereka untuk berbuat hal seperti itu? Saya rasa agama atau ajaran manapun tidak akan mengajarkan pengikutnya untuk melakukan perbuatan seperti itu. Apalagi sampai menghilangkan nyawa seseorang.

Untuk menghadapi ini semua haruskah kita pun menjadi serigala? Atau kita hanya diam dan menjadi domba yang berada di tengah-tengah gerombolan para serigala lapar? Jika kita menjadi serigala, kita tidak akan jauh dari hal-hal yang keji serta licik. Tapi jika kita menjadi domba, lambat laun kita pasti akan menjadi santapan para serigala yang lapar. Ingin menjadi yang manakah anda?
- Definisi Manusia -

Manusia dapat diartikan berbeda - beda menurut biologis , rohaninya , istilah kebudayaan , atau secara campuran . Secara biologis manusia diklasifikasikan sebagai homo sapiens yaitu spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi dengan otak berkemampuan tinggi .
Dalam hal rohani , manusia dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi . Dalam agama mereka mempunyai hubungan kekuatan dengan Ketuhanan . Dalam mitosnya mereka sering dibandingkan dengan ras lainnya . Dalam antropologi kebudayaan , mereka dibedakan berdasarkan penggunaan bahasa , organisasi mereka dalam masyarakat majemuk , serta perkembangan teknologi , dan terutama lagi berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kemlompok yang berguna untuk mendukung satu sama lain .

Penggolongan manusia yang paling utama adalah berdasarkan jenis kelaminnya . Secara alamiah jenis kelamin seorang anak yang baru lahir diketahui sebagai laki - laki atau perempuan .
Anak muda laki - laki dikenal sebagai putra dan laki - laki dewasa biasanya disebut dengan pria . Sedangkan akan muda perempuan dikenal sebagai putri dan perempuan yang dewasa dikenal sebagai seorang wanita .
Penggolongan lainnya juga bisa berdasarkan usia . Dimulai dari janin , bayi , balita , anak - anak , remaja , akil balik , pemuda / pemudi , dewasa , dan orang tua .

Selain itu masih banyak penggolongan lainnya berdasarkan ciri - ciri fisik yang dimiliki seperti warna kulit , rambut , mata , bentuk hidung , dan tinggi badan .
Hubungan kekerabatan sepeeti keluarga dekat , keluarga jauh , keluarga tiri , keluarga angkat , keluarga asuh , teman , ataupun musuh .

Ciri - ciri fisik :

Dalam biologi , manusia biasanya dipelajari sebagai salah satu dari berbagai spesies di muka bumi . Pembelajaran manusia terkadang juga diperluas ke aspek psikologis serta ragawinya , tetepi biasanya tidak ke rohani atau keagamaannya .
Satu - satunya subspesies yang tersisa dari homo sapiens ini adalah homo sapiens sapiens . Mereka biasanya dianggap sebagai satu - satunya spesies yang dapat bertahan hidup dalam genus homo . Manusia menggunakan daya penggerak berupa dua kaki yang sangat sempurna .

Warna kulit manusia bervariasi dari hampir hitam hingga putih kemerahan . Secara umum orang dengan nenek moyang yang berasal dari daerah terik mempunyai kulit yang lebih hitan dibandingkan dengan orang yang bernenek moyang dari daerah yang hanya mendapat sedikit sinar matahari .
Dan rata - rata wanita memiliki kulit yang sedikit lebih terang dibandingkan dengan pria .

Ciri - ciri mental :

Banyak manusia menganggap dirinya organisme dalam kerajaan hewan , meski ada perdebatan apakah cetaceans seperti lumba - lumba dapat saja memiliki intelektual yang sebanding .
Tentunya manusia adalah satu - satunya hewan yang terbukti berteknologi tinggi . Manusia memiliki perbandingan massa otak dengan tubuh terbesar di antara semua hewan besar .

Kemampuan manusia memiliki perasaan , seperti sedih ataupun bahagia membedakan manusia dengan organisme lainnya

Habitat :

Gaya hidup asli manusia adalah pemburu dan pengumpul . Gaya hidup manusia lainnya adalah nomadisme atau berpindah - pindah tempat . Manusia mempunyai daya tahan yang baik untuk memindahkan habitat mereka dengan berbagai alasan seperti pertanian , pengairan , urbanisasi , serta pembangunan .
Perkampungan manusia yang digunakan untuk menetap bergantung pada ketersediaanya pada sumber air dan sumber daya alam lainnya seperti lahan subur untuk menanam .

- Homo Homini Lupus -

Homo homini lupus dapat di artikan sebagai manusia yang satu merupakan serigala bagi manusia lainnya . Dalam artian luas yaitu bahwa orang lain yang sering kita temui bukan lagi sebagai sahabat atau sesama kita ( homo socius ) . Orang yang tidak sealiran dengannya itu dianggap sebagai serigala ( lupus ) .
Istilah itu pertama kali dikemukan oleh Plautus pada tahun 945 yang artinya sudah lebih dari 1500 tahun dan manusia masih belum tersadar juga sampai saat ini .

Tidak bisa dipungkiri untuk hidup di suatu wilayah sangat dibuthkan sosialisasi karena kita tidak hidup sendiri di dunia ini , kita masih membutuhkan manusia lainnya . Apalagi di zaman yang serba susah ini . Demi bertahan hidup biasanya orang rela melakukan apa saja . Mulai dari hal yang halal sampai hal yang diharamkan , semua itu tentunya dilakukan demi memperjuangkan kehidupan yang lebih baik . Untuk mewujudkannya memang tidak mudah , dimana kita harus menghadapi berbagai macam konflik yang akan memicu lahirnya sikap saling mangsa satu dengan yang lainnya .

Gambaran manusia di zaman sekarang ini sangatlah mengerikan dari segi sikap dan perbuatan terkadang malah lebih keji daripada hewan yang buas . Saling sikut , saling berebut , saling tikam , bahkan saling memangsa layaknya serigala buas yang siap menerkam mangsanya demi kepuasaan pribadi .

Sebagai contoh sejak zaman Adam dan Hawa . Pada zaman ini sudah terjadi pembunuhan anak Adam dan Hawa , doktrin gereja , perang dunia , sampai akhirnya terorisme .
Kekerasan serta penghilangan nyawa seseorang merupakan fakta yang tidak bisa dibantah tentang kejamnya manusia kepada sesamanya manusia lainnya .

Banyak manusia yang dilarang malah semakin tertantang untuk melakukan hal yang telah dilarang itu . Contohnya , semakin tinggi pagar rumah maka akan semakin menantang untuk dimalingi oleh pencuri . Hal yang lebih kejam lagi , perang dunia , pembunuhan , pemboman , mutilasi , pembakaran , dan masih banyak lainnya .
Hal itu merupakan tindakan manusia yang dilakukan untuk manusia juga . Dan hal itu merupakan contoh " manusia adalah serigala bagi manusia lainnya " . Itulah sebabnya manusia dianggap sebagai lupus ( serigala ) yang membunuh atau memakan manusia lainnya yang dianggap lebih lemah .

Pengakuan sebagai umat beragama yang patuh terhadap ajaran agamanya sering kali digunakan sebagai alasan atas tindakan kekerasan yang dilakukannya atau bahkan tindakan yang sampai menghilangkan nyawa orang lain .
Banyak pelaku kekerasan menyatakan al itu adalah masalah iman , masalah Tuhan , dan masalah kebenaran . Padahal kebenaran itu adaah kebenaran yang ditafsirkan oleh manusia itu sendiri .
Padahal sebagai seorang agamawan yang baik tentu akan menghargai kebhinekaan , meerima orang lain apa adanya dengan berbagai kekurangan dan kelebihannya , tidak munafik , tidak sombong , dan secara tulus menghargai segala perbedaan yang ada .
Pemahaman agama yang salah lah yang nantinya akan menimbulkan konflik dan perpecahan .

Banyak manusia yang selalu merasa bahwa dirinya yang paling benar . Sebaiknya kita masing - masing bisa membedakan mana yang benar dan yang salah , baik dan buruk , indah atau tidak .

Dalam dunia nyata , homo homini lupus sebenarnya tidaklah asing . Banyak terdapat dalam kasus perdagangan manusia entah untuk kepentingan sebagai buruh pabrik , pekerja di dunia prostitusi , atau dengan berbagai macam modus lainnya .
Di negara China modus yang banyak digunakan adalah penculikan . Mulai dari anak kecil sampai dewasa . Di Indonesia modus itu dimanfaatkan dengan keterjepitan keadaan ekonomi .

Melihat banyaknya kasus homo homini lupus yang terjadi di dunia ini , sebaiknya kita sebagai makhluk yang paling special janganlah ikut - ikutan menjadi lupus ( serigala ) bagi sesama kita manusia . Mari kita semua sebagai makhluk hidup kembali berkumpul agar dapat ke tempat tujuan kita semua yang telah diciptakan oleh Tuhan , yaitu Surga .
Tuhan tidak menghendaki kita menjadi serigala bagi sesamanya , Tuhan ingin kita menjadi domba di tengah serigala yang buas . Dia ingin serigala - serigala itu saling mengasihi dan menyayangi dengan demikian berubah menjadi domba - domba yang manis .

- Homo Homini Socio -

Manusia adalah makhluk hidup yang paling sempurna dibandingkan makhluk hidup lain yang Tuhan ciptakan . Mengapa demikian ? Ini dikarenakan manusia dikaruniai akal budi dimana ini tidak dimiliki oleh makhluk hidup lainnya . Manusia diciptakan sebagai penguasa dan penjaga akan apa yang ada di bumi ini , maka dari itu manusialah yang bertanggungjawab akan apa yang terjadi di bumi ini . Kita pasti pernah mendengar kalimat “ manusia adalah makhluk social ” kalimat ini ingin menjelaskan bahwa manusia sebenarnya tidak bias hidup sendiri , manusia saling membutuhkan satu sama lain untuk dapat hidup dan memenuhi kebutuhannya . Kata “ social ” itu sendiri diambil dari pengertian masyarakat , dengan begitu kita bias menarik kesimpulan bahwa manusia adalah makhluk yang hidup bermasyarakat . Ada 3 macam kebutuhan yang dibutuhkan manusia untuk bertahan hidup yakni :

- Kebutuhan Primer : Adalah kebutuhan yang wajib dimiliki, karena bersifat vital dan tidak bias ditunda .
contoh: makanan, pakaian dsb .

- Kebutuhan sekunder : Adalah kebutuhan yang tak harus dipenuhi , namun cukup vital dalam kehidupan . Kebutuhan sekunder biasa dibilang semi primer karena sifatnya yang juga tergolong penting dalam hidup .
contoh : Kebutuhan akan tempat tinggal , dsb .

- Kebutuhan tersier : Adalah kebutuhan yang tak wajib untuk dipenuhi karena tidak mempengaruhi baik itu dimiliki maupun tidak dalam hidup .
contoh : kebuthan akan kendaraan bermotor , alat komunikasi , dsb .

Seiring berkembangnya zaman kebuthan pun semakin berubah-ubah . Contohnya seperti sekarang-sekarang ini , kebutuhan akan alat komunikasi ( handphone ) kian meningkat di masyarakat Indonesia . Hal ini menyebabkan pergeseran kebutuhan , alat komunikasi ( handphone ) yang tadinya hanya kebutuhan tersier sekarang menjadi kebuthan primer karena gaya hidup yang menuntut mobilitas manusia lebih cepat dan fleksibel . Oleh karena itu terciptalah ide untuk mengembangkan IPTEK oleh manusia . Tidak hanya dalam alat komunikasi , perkembangan IPTEK telah merambat ke segala hal seperti transportasi , keamanan dan sebagainya . Perkembangan yang cepat ini mengarah ke dua hal yang berseberangan yakni POSITIF & NEGATIF :

- POSITIF : Maksudnya adalah perkembangan IPTEK semakin menunjang dan kebutuhan manusia kearah positif . Manusia yang dulu hanya mendapatkan informasi dari pihak ke pihak secara lisan sekarang sudah bisa menjelajahi informasi di dunia hanya dengan mengakses internet . Ini merupakan salah satu contoh kemajuan yang dicapai manusia dalam mengembangkan IPTEK - nya . Masih banyak hal lainnya seperti penggunaan listrik untuk penerangan , dan lain sebagainya .

- NEGATIF : Maksudnya adalah perkembangan IPTEK yang malah justru membuat malapetaka bagi manusia itu sendiri , terutama kepada masyarakat sekitarnya . Pemanfaatan IPTEK yang keliru ini cenderung menghasilkan tindakan kriminal dan menurunnya kualitas individu manusia itu sendiri . Contohnya adalah penggunaan computer ( internet ) untuk membobol bank . Hal ini menjadi batu sandungan bagi manusia , karena ITPTEK yang kian dibanggakan dan dikembangkan justru bisa menjadi boomerang bagi kehidupannya sendiri .

Definisi Homo Homini Socio

Setiap makhluk tidak bisa hidup sendiri dalam menjalani umurnya di dunia ini , makhluk pertama yang bernama Adam pun melakukan komplain kepada Tuhan atas kesendirian hingga akhirnya diciptakanlah makhluk yang bernama Hawa . Begitu juga kita sebagai manusia pasti juga demikian , atas kasih sayang Tuhan terhadap seluruh hamba - Nya di dunia ini maka kita diciptakan berpasang - pasangan , bersuku - suku dan berbangsa - bangsa sebagai bentuk hubungan antar makhluk ciptaan Tuhan dengan tujuan agar kita saling kenal dan mengenal . Siapapun anda , sekurang-kurangnya pasti memiliki 50 orang yang dikenal. Setiap orang di sekitar kita pasti berpengaruh kepada kita , baik secara positif maupun negatif sebagaimana kata Aa’ Gym dalam ceramah beliau : berteman dengan orang yang jual minyak wangi maka kita akan kena wanginya , kalau berteman dengan pandai besi maka bau pandai besi . Namun bukan berarti kita harus mengesampingkan orang - orang yang berpengaruh buruk dan menghambat perjalanan kita meraih kesuksesan . Sebaliknya , kitalah yang harus memperkuat pengaruh positif agar dapat merubah pengaruh negatif tersebut.

Kenapa kita perlu bergaul ? Karena kita makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lainnya , binatang yang hanya mengandalkan nafsunya pun memerlukan binatang lainnya dalam dunia kebinatangannya , apalagi manusia yang hidup dengan pikiran , nafsu dan perasaan . Jadi , pergaulan adalah proses pengembangan akses dan bukan untuk mengembangkan aset , karena aset pada umumnya ada karena kita memiliki akses sebagai sarana mendapatkan aset tersebut . Begitu indah pergaulan dalam kehidupan ini dan memiliki banyak manfaat sebagai eksistensi kita sebagai manusia , Contoh manfaatnya adalah :

1) Belajar dari pengalaman orang lain , hal ini sangat penting mengingat waktu kita sangat terbatas untuk mengenyam berbagai pengalaman . Mendengar cerita kesuksesan seseorang dalam menekuni bisnisnya selama 5 tahun , berarti kita telah menghemat waktu yang cukup banyak untuk mendapatkan pengalaman dalam bidang tersebut . Bagaimana jika kita banyak berdialog dengan banyak orang yang memiliki jutaan pengalaman ?

2) Memanfaatkan relasi teman , menurut saya ini metode Multi Level Marketing ( MLM ) , apabila kita punya 10 orang kenalan yang prospektif dan memiliki akses 100 orang yang berpengaruh , maka minimal kita telah memiliki akses 100 orang yang berpengaruh juga .

3) Kekurangan kita tertutup , setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan dalam dirinya . Misalnya anda tidak bisa mengendarai mobil , maka manfaatkanlah teman anda untuk mengendarainya dan manfaatkan dia untuk mengajari anda mengendarai mobil .

4) Pasar yang potensial , bisnis apapun yang kita miliiki , pasar atau komunitas yang pertama kali harus dibidik adalah orang terdekat atau teman . Karena merekalah yang telah mengenal dan mengetahui reputasi kita , sebab untuk membangun kepercayaan di tengah-tengah mereka pun menjadi lebih mudah .

5) P3K , artinya pertolongan pertama pada kecelakaan . Orang yang pertama kali menolong dikala sakit adalah teman atau orang terdekat kita .

Dan masih banyak lagi manfaat dari sebuah pergaulan positif dengan relasi kita .

Hubungan antar manusia juga sama seperti kita melakukan investasi uang di bank , jika kita memberikan sesuatu yang positif terhadap orang lai n, berarti kita telah menabung ke bank emosi seseorang . Sebaliknya , ketika kita melakukan sesuatu yang negatif kepada seseorang , maka kita seakan-akan menarik uang yang kita tabung hingga minus atau tidak memilki tabungan sama sekali . Seseorang pemimpin tidak harus yang kuat dan hebat , tetapi pemimpin yang mempunyai paling banyak teman atau koneksi .

Manusia , sudah jelas bahwa manusia yang dimaksud di dunia tidak hidup sendiri , dan tidak akan bisa hidup sendiri . Karena itu manusia juga disebut makhluk sosial , makhluk yang hidup berkelompok . Manusia membutuhkan informasi-informasi untuk mengetahui keadaan kehidupan yang ada , untuk memenuhi kebutuhan hidup dan bertahan hidup di dunia ini .

Manusia adalah makhluk yang mempunyai aturan - aturan atau peradaban yang berbeda beda di dunia ini , setiap titik di suatu tempat pasti mempunyai peraturan yang berbeda beda . Peraturan tersebut dibuat untuk mentertibkan dan menyesuaikan dengan keadaan titik tempat tersebut , dan juga dibuat untuk mentertibkan komunikasi antar manusia itu sendiri .

Bukan baru-baru ini saja manusia sebagai makhluk sosial , tetapi sudah berabad - abad lamanya . sebagaimana telah dikatakan sebelumnya , manusia sangat membutuhkan satu sama lainnya . karena beberapa alasan , tetapi ada beberapa alasan yang sangat dominan yaitu :

1. Manusia butuh berinteraksi dan bersosialisasi atas dasar kebutuhan pangan , atau jasmaninya .

2. Manusia butuh berinteraksi dan bersosialisasi atas dasar kebutuhan pertahanan diri , atau kita bisa sebut survival , atau untuk bertahan hidup .

3. Manusia juga sangat membutuhkan interaksi dan sosialisasi atas dasar melangsungkan jenis atau keturunan .

Dari point-point di atas kita bisa melihat dan membayangkan bagaimana manusia sangat membutuhkan satu sama lain . Bukan hanya membutuhkan , tapi masyarakat atau kumpulan manusia yang berinteraksi adalah suatu komponen yang tidak terpisahkan dan sangat ketergantungan satu sama lainnya . Sehingga komunikasi antar masyarkat ditentukan oleh peranan manusia itu sendiri sebagai makhluk sosial .

Globalisasi , adalah perubahan secara besar-besaran atau secara umum meluas . Dalam arus globalisasi yang berkembang sangat cepat ini manusia menjadi makhluk yang sangat mudah meniru dalam arti meniru sesuatu yang ada di masyarakat yang terdiri dari :

1. Manusia mudah meniru atau mengikuti perkembangan kebudayaan-kebudayaan , dimana manusia sangat mudah menerima bentuk-bentuk perkembangan dan pembaruan dari kebudayaan luar . Sehingga dalam diri manusia terbentuklah pengetahuan - pengetahuan tentang pembaruan kebudayaan dari luar tersebut .

2. Penghematan tenaga dimana ini adalah merupakan tindakan meniru untuk tidak terlalu menggunakan banyak tenaga dari manusia , sehingga kinerja manusia dalam masyarakat bisa berjalan secara efektif dan efisien .

Secara umum , keinginan manusia untuk meniru bisa terlihat jelas dalam suatu ikatan kelompok . Tetapi hal ini juga kita dapat lihat di dalam kehidupan masyarakat secara luas . Dari gambaran diatas jelas bagaimana manusia itu sendiri membutuhkan sebuah interaksi atau komunikasi untuk membentuk dirinya sendiri malalui proses meniru . Sehingga jelas bahwa manusia itu sendiri punya konsep sebagai makhluk sosial .

Yang menjadi ciri manusia dikatakan sebagai makhluk sosial adalah adanya suatu bentuk interaksi sosial didalam hubugannya dengan makhluk sosial lainnya yang dimaksud adalah dengan manusia satu dengan manusia yang lainnya . Secara garis besar faktor-faktor personal yang mempengaruhi interaksi manusia terdiri dari tiga hal yakni :

1. Tekanan Emosiaonal . Ini sangat mempengaruhi bagaimana manusia berinteraksi satu sama lainnya .

2. Harga diri yang rendah . Ketika kondisi seseorang berada dalam kondisi manusia yang direndahkan maka akan memiliki hasrat yang tinggi untuk berhubungan dengan orang lain karena kondisi tersebut dimana orang yang direndahkan membutuhkan kasih sayang orang lain atau dukungan moral untuk membentuk kondisi seperti semula .

3. Isolasi sosial. Orang yang terisolasi harus melakukan interaksi dengan orang yang sepaham atau sepemikiran agar terbentuk sebuah interaksi yang harmonis .

KESIMPULAN

Di dalam kehidupannya , manusia tidak hidup dalam kesendirian . Manusia memiliki keinginan untuk bersosialisasi dengan sesamanya . Ini merupakan salah satu kodrat manusia adalah selalu ingin berhubungan dengan manusia lain . Hal ini menunjukkan kondisi yang interdependensi . Di dalam kehidupan manusia selanjutnya , ia selalu hidup sebagai warga suatu kesatuan hidup , warga masyarakat , dan warga negara . Hidup dalam hubungan antaraksi dan interdependensi itu mengandung konsekuensi - konsekuensi sosial baik dalam arti positif maupun negatif . Keadaan positif dan negatif ini adalah perwujudan dari nilai-nilai sekaligus watak manusia bahkan pertentangan yang diakibatkan oleh interaksi antarindividu . Tiap - tiap pribadi harus rela mengorbankan hak - hak pribadi demi kepentingan bersama dalam rangka ini dikembangkanlah perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan . Pada zaman modern seperti saat ini manusia memerlukan pakaian yang tidak mungkin dibuat sendiri .

Tidak hanya terbatas pada segi badaniah saja , manusia juga mempunyai perasaaan emosional yang ingin ditungkapkan kepada orang lain dan mendapat tanggapan emosional dari orang lain pula . Manusia memerlukan pengertian , kasih saying, harga diri pengakuan , dan berbagai rasa emosional lainnya . Tanggapan emosional tersebut hanya dapat diperoleh apabila manusia berhubungan dan berinteraksi dengan orang lain dalam suatu tatanan kehidupan bermasyarakat .

Dalam berhubungan dan berinteraksi , manusia memiliki sifat yang khas yang dapat menjadikannya lebih baik . Kegiatan mendidik merupakan salah satu sifat yang khas yang dimiliki oleh manusia . Imanuel Kant mengatakan , " manusia hanya dapat menjadi manusia karena pendidikan " . Jadi jika manusia tidak dididik maka ia tidak akan menjadi manusia dalam arti yang sebenarnya . Hal ini telah terkenal luas dan dibenarkan oleh hasil penelitian terhadap anak terlantar . Hal tersebut memberi penekanan bahwa pendidikan memberikan kontribusi bagi pembentukan pribadi seseorang .

Dengan demikian manusia sebagai makhluk sosial berarti manusia hidup bersama demi memenuhi kebutuhan jasmani , manusia juga hidup bersama dalam memenuhi kebutuhan rohani .


www.google.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar