Kartu ini adalah kartu yang aman jika seseorang
mencuri kartu ini atau jika kartu ini hilang dan digunakan oleh orang lain yang
bukan merupakan si empunya.
Di dalam kartu ini terdapat security code yang hanya
si empunya tau.
Sebelum menggunakan kartu, pengguna memasukkan
security code maka akan muncul pada layar display digit – digit angka account
pengguna ( yang empunya ) seteleah selesai menggunakan, si pengguna ( yang
empunya ) kembali menekan tombol E maka semua data digit – digit account akan
terhapus sehingga aman jika ada yang mencuri atau kehilangan.
Sumber : http://www.youtube.com/watch?v=His3cNoFoA4
Telematika berasal dari bahasa Perancis “TELEMATIQUE” yang berarti bertemunya
sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Telematika
menurut Moedjiono (Deputi Telematika Departemen Komunikasi dan
Informatika (Depkominfo) )
“Telematika” adalah istilah bahasa Indonesia yang kita (stakeholders) create sendiri,
yaitu merupakan konvergensi dari:
Tele=”Telekomunikasi”
ma=”Multimedia”
tika=”Informatika”, atau konvergensi dari “3C”, “content”, “Computing”, and “Communication”.
Telematika merupakan teknologi komunikasi jarak jauh, yang menyampaikan
informasi satu arah, maupun timbal balik, dengan sistem digital.
pengertian Telematika sendiri lebih mengacu kepada industri yang
berhubungan dengan penggunakan komputer dalam sistem telekomunikasi.
Yang termasuk dalam telematika ini adalah layanan dial up ke Internet
maupun semua jenis jaringan yang didasarkan pada sistem telekomunikasi
untuk mengirimkan data. Internet sendiri merupakan salah satu contoh
telematika.
Contoh Telematika adalah :
a) Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang
dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT
(Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT
merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan
penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.
b) Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi
Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System)
sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah
(mobile communication technology). Secara lebih spesifik, istilah
telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalulintas (road vehicles
dan vehicle telematics).
Jadi telematika itu sendiri dapat diartikan sebagai sistem jaringan
komunikasi jarak jauh dengan teknologi informasi yang lebih mengacu
kepada industri yang berhubungan dengan penggunakan komputer dalam
sistem telekomunikasi. Salah satu contoh telematika yaitu internet. Istilah telematika juga sering dipakai untuk beberapa macam bidang, seperti :
Integrasi
antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai
Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and
Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu
yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi
dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.
Secara umum, istilah telematika dipakai
juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global
Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi
komunikasi berpindah (mobile communication technology).
Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalulintas (road vehicles dan vehicle telematics).
Dalam telematika, ada yang disebut sebagai Computer Vision. Apa itu Computer Vision? Watch and learn.
Computer Vision adalah ilmu dan teknologi mesin yang melihat, di mana
mesin mampu mengekstrak informasi dari gambar yang diperlukan untuk
menyelesaikan tugas tertentu. Sebagai suatu disiplin ilmu,
visi komputer berkaitan dengan teori di balik sistem buatan bahwa
ekstrak informasi dari gambar. Data gambar dapat mengambil banyak
bentuk, seperti urutan video, pandangan dari beberapa kamera, atau data
multi-dimensi dari scanner medis. Sedangkan sebagai disiplin teknologi, computer vision berusaha untuk menerapkan teori dan model untuk pembangunan sistem computer vision.
Computer Vision didefinisikan sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan
yang mempelajari bagaimana komputer dapat mengenali obyek yang diamati.
Cabang ilmu ini bersama Artificial Intelligence akan mampu
menghasilkanVisual Intelligence System. Perbedaannya adalah Computer Vision lebih mempelajari bagaimana komputer dapat mengenali obyek yang diamati. Namun
komputer grafik lebih ke arah pemanipulasian gambar (visual) secara
digital. Bentuk sederhana dari grafik komputer adalah grafik komputer 2D
yang kemudian berkembang menjadi grafik komputer 3D, pemrosesan citra,
dan pengenalan pola. Grafik komputer sering dikenal dengan istilah visualisasi data.
Computer Vision adalah kombinasi antara :
Pengolahan
Citra (Image Processing), bidang yang berhubungan dengan proses
transformasi citra/gambar (image). Proses ini bertujuan untuk
mendapatkan kualitas citra yang lebih baik.
Pengenalan
Pola (Pattern Recognition), bidang ini berhubungan dengan proses
identifikasi obyek pada citra atau interpretasi citra. Proses ini
bertujuan untuk mengekstrak informasi/pesan yang disampaikan oleh
gambar/citra.
Beberapa aplikasi yang dihasilkan dari Computer Vision antara lain :
Psychology, AI
Optical Character Recognition
Remote Sensing
Medical Image Analysis
Industrial Inspection
Robotic
Baiklah. Setelah berbasa-basi, saatnya menuju topik utama. Topik utama nya adalahRemote Sensing dimana pembahasannya akan lebih dipersempit ke bidang perikanan. Berikut pembahasannya.
Teknologi Remote Sensing (Penginderaan Jauh / Inderaja) di Bidang Perikanan
Sebagaimana diketahui bahwa dua pertiga bagian dunia adalah lautan,
begitu pula dengan wilayah Indonesia terdiri dari 62% ( ± 3,1 juta km2)
berupa laut dan daerah pesisir. Karena negara Indonesia dilalui oleh
garis khatulistiwa, mempunyai karakteristik yang unik karena di wilayah
perairan tersebut sering terjadi interaksi antara massa air yang datang
dari Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Pertemuan massa air dari
kedua samudera tersebut terdapat pada daerah-daerah wilayah perairan
laut Indonesia. Pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya perikanan di
Indonesia menghadapi beberapa kendala, contohnya antara lain kondisi
masyarakat pesisir, khususnya nelayan yang masih termarginalkan, adanya
gejala overfishing di beberapa wilayah perairan, atau adanya pencurian
ikan oleh armada nelayan asing. Dan bila dicari hubungan dari beberapa
kasus tersebut tampaknya dapat ditarik benang merah antara kemiskinan
nelayan dan gejala overfishing serta pencurian ikan, yang antara lain
disebabkan kurangnya informasi atau ketidak tahuan nelayan mengenai
daerah-daerah surplus perikanan yang sifatnya sudah tentu sangat
seasonable dan conditional. Kurangnya informasi ini menyebabkan
terjadinya rutinitas penangkapan ikan pada areal yang sama, sementara di
lain tempat nelayan asing yang sudah mempunyai informasi yang handal
menangkap ikan di daerah yang surplus yang seharusnya menjadi hak
nelayan lokal. Tidak bisa dipungkiri peran iptek sangat kental sekali
disini, dimana tanpa adanya dukungan iptek yang handal akan sulit bagi
nelayan untuk dapat keluar dari lingkaran kemiskinan yang selama ini
mengelilingi mereka. Oleh karena itu, tulisan ini mencoba mengkaji
dukungan teknologi yang menyangkut informasi kepada nelayan lokal,
sehingga mereka dapat mengetahui dengan pasti wilayah perairan yang
surplus ikan.
Teknologi ini antara lain adalah teknologi penginderaan jauh atau remote
sensing, suatu teknologi yang telah banyak digunakan negara-negara
maju, seperti armada perikanan jepang, untuk pengelola dan memanfaatkan
potensi sumberdaya perikanan mereka. Teknologi pada dasarnya
memanfaatkan gejala alam, yang dengan akal pikiran manusia dapat
diterjemahkan ke dalam suatu bentuk iptek (pengetahuan), yang digunakan
semaksimal mungkin untuk kesejahteraan umat manusia, khususnya nelayan.
Adapun tujuan dari tulisan ini adalah untuk melihat kontribusi fenomena
alam pada perkembangan teknologi remote sensing (penginderaan jauh /
inderaja), serta bagaimana dukungan teknologi ini terhadap produktivitas
perikanan. Karena pada prinsipnya adanya teknologi inderaja ini
diharapkan dapat memperluas informasi perikanan kepada nelayan sehingga
kesejahteraannya kehidupannya dapat ditingkatkan.
Dalam kaitannya dengan teknologi inderaja, fenomena merambatnya
(propagation) energi matahari ke bumi dan reaksi dari obyek-obyek di
bumi terhadap energi matahari tersebut (obyek di bumi dapat
memantulkan/reflected, memancarkan/emitted, mengalirkan/transmitted
maupun menyerap/ absorbed energi matahari yang datang padanya), menjadi
unsur utama yang harus ditelaah dan dapat membuahkan ilmu. Selain itu,
angkasa luar beserta fenomenanya, yaitu tidak adanya gaya gravitasi,
karakteristik planet-planet di alam semesta maupun perputaran bumi pada
porosnya membuat manusia menciptakan satelit yang mengorbit di angkasa
luar, sama seperti planet-planet di alam tersebut. Kemudian untuk
menghubungkan fenomena energi matahari dengan perkembangan teknologi
satelit ini, manusia menciptakan alat optik yang diletakan pada satelit
dan dapat merekam energi matahari yang dipantulkan (reflected) , diserap
(absorbed) maupun di pancarkan (emitted) oleh obyek-obyek di bumi.
Sehingga terjadilah apa yang disebut dengan teknologi inderaja optik
(optical remote sensing) yang antara lain dapat menggunakan wahana
satelit sebagai sarananya atau dikenal dengan sebutan satellite remote
sensing. Fenomena yang terjadi di alam pada dasarnya mengacu pada kaidah
bahwa energi matahari yang berinteraksi dengan obyek-obyek di bumi ini
berada pada kisaran gelombang elektromagnetik tertentu (sebagaimana
dijelaskan pada Gambar 1).
Gambar 1. Spektrum Gelombang Elektromagnetik (Lillesand and Kiefer, 1987)
Dalam perjalanannya, sebagian dari energi ini akan dipantulkan oleh
partikel debu maupun molekul air ataupun mengalami refraksi (scattered
radiation) pada lapisan atmosfir. Sementara sebagian dapat berinteraksi
dengan bumi dan dapat dipantulkan (reflected energy), diserap (absorbed
energy), ataupun dialirkan ke lapisan lain (transmitted energy). Data
yang dipantulkan obyek di bumi (disebut sebagai nilai reflectance) ini
yang direkam oleh sensor pada satelit, dikirim ke stasiun bumi dan
diterjemahkan sebagai nilai kecerahan (brightness value) atau nilai
digital (digital value) saat disimpan pada computer compatible tape
(CCT) untuk pemanfaatan lebih lanjut (lihat Gambar 2).
Gambar 2. Uraian interaksi obyek-obyek di permukaan bumi dengan gelombang elektromagnetik sehingga dihasilkan citra inderaja
Energi elektromagnetik yang dipantulkan, diserap, dialirkan maupun di
pancarkan ini sifatnya sangat bervariasi tergantung pada karakteristik
obyek-obyek di permukaan bumi tersebut. Keadaan ini menunjukan bahwa
setiap obyek dibumi mempunyai spectral respond (reaksi spektral) yang
berbeda. Hal inilah yang dimanfaatkan dalam sistim inderaja melalui
sistim sensor pada satelit yang juga mempunyai spectral sensitivity
(kepekaan terhadap spektral) tertentu sebagai dasar terbentuknya data
inderaja. Adapun karakteristik spektral dari beberapa unsur-unsur utama
di permukaan bumi, yaitu tumbuhan, tanah dan air dapat dilihat pada
Gambar 3.
Gambar 3. Karakteristik spektral reflektansi tanah, air dan vegetasi (Lillesandand Kiefer, 1987)
Dengan
mengacu pada fenomena alam yang menunjukan adanya karakteristik obyek
di bumi yang sangat spesifik dalam merespond energi matahari (yang
berada pada spektrum elektromagnetik), yang antara lain ditunjukan pada
gambar 3. Dapat dilihat peranan spektrum tampak mata (visible spectrum)
untuk sumberdaya kelautan, yang ditunjukan oleh kurva reflectancenya
pada tubuh air. Spektrum ini mempunyai panjang gelombang berkisar antara
0.4-0.7 um, yang terdiri dari spektrum tampak mata biru (visible blue)
dengan panjang gelombang 0.4–0.5 um, spektrum tampak mata hijau (visible
green) dengan panjang gelombang 0.5–0.6 um dan spektrum tampak mata
merah (visible red) dengan panjang gelombang 0.6–0.7 um (Jensen, 1986;
Lillesand and Kiefer, 1987; Swain and Davis, 1978). Kemampuan
merambat (propagation) di dalam kolom air dari ketiga spektrum tampak
mata tersebut dan reaksi spektralnya sangatlah beragam. Gelombang tampak
mata biru (visible blue) mempunyai kemampuan rambat yang sangat tinggi,
dimana gelombang ini dapat menebus lapisan air sampai ke dalaman 100 m
(Nybakken, 1992). Gelombang tampak mata hijau (visible green) mempunyai
kemampuan rambat (propagation) yang lebih pendek di dalam tubuh air
dibandingkan dengan gelombang tampak mata biru (visible blue). Sedangkan
gelombang tampak mata merah (visible red) merupakan gelombang yang
terpendek dalam menebus lapisan kolom air. Di dalam kolom air gelombang
tampak mata ini akan mengalami absorsi maupun transmisi. Dan apabila
gelombang ini berinteraksi dengan materi yang berada di dalam kolom air
barulah akan terjadi refleksi yang nilainya akan direkam oleh sensor
pada satelit.
Adapun
kaitan antara fenomena alam dari gelombang elektromagnetik ini dengan
perikanan pada prinsipnya mengacu pada pangkal dari semua bentuk
kehidupan dalam laut, yaitu aktivitas fotosintetik tumbuhan akuatik.
Dimana dengan menggunakan bantuan energi cahaya matahari, dapat mengubah
senyawa-senyawa anorganik menjadi senyawa organik yang kaya energi dan
dapat menjadi sumber makanan bagi semua organisme laut (Nybakken, 1992).
Diantara semua tumbuhan akuatik fitoplanktonlah yang mengikat sebagian
besar energi matahari, dan menjadi dasar (level pertama) terbentuknya
rantai makanan dalam ekosistem bahari, dan sangat penting keberadaannya
bagi semua penghuni habitat bahari (Nybakken, 1992; Dupouy, 1991). Pada
dasarnya fitoplankton terdiri dari alga yang berukuran mikroskopik yang
berisikan pigment fotosintetik berwarna hijau, dan biasa disebut sebagai
klorofil (Dupouy, 1991). Klorofil yang berwarna hijau inilah yang pada
dasarnya menjadi sumber informasi perikanan laut karena keterkaitannya
yang erat dengan produktivitas primer perikanan, sehingga dapat
disimpulkan dimana terdapat konsentrasi klorofil yang tinggi disitu
terdapat juga konsentrasi biota atau ikan laut yang tinggi. Dalam
kaitannya dengan inderaja, klorofil merupakan obyek yang mudah dianalisa
untuk memprediksi potensi perikanan laut. Karena unsur ini akan
menyerap gelombang tampak mata biru dan memantulkan gelombang tampak
mata hijau secara kuat. Sehingga ketika terjadi peningkatan kandungan
klorofil, dapat dilihat adanya peningkatan energi yang dipantulkan oleh
gelombang tampak mata hijau, dan penurunan pantulan gelombang tampak
mata biru yang signifikan (Gambar 4)(Swain and Davis, 1978).
Gambar 4. Spektral reflektans dari air laut dgn konsentrasi klorofil yang berbeda (Swain and Davis, 1978)
Contoh dari penerapan karakteristik spektrum tampak mata (visible
spectrum) untuk memprediksi produktivitas laut (marine productivities)
melalui konsentrasi klorofil salah dapat dilihat pada gambar 5. Dimana
warna hijau tampak sebagai reaksi dari spektrum tampak mata hijau yang
berinteraksi dengan Klorofil dan warna biru merupakan reaksi dari laut
yang berinteraksi dengan spektrum tampak mata biru, yang dalam
penelitian ini kedua unsur tersebut diberi warna berbeda, yaitu hitam
kecoklatan untuk laut dalam, biru untuk konsentrasi klorofil rendah dan
hijau untuk konsentrasi klorofil tinggi. Akan tetapi, fitoplankton atau
klorofil umumnya hanya menghuni suatu lapisan air permukaan yang tipis
dimana terdapat cukup cahaya matahari, dan mempunyai suhu yang relatif
homogen. Sedangkan zat hara anorganik yang dibutuhkan fitoplankton untuk
tumbuh dan berkembang biak terletak pada zona fotik yang terdapat jauh
dari permukaan dengan suhu yang berbeda jauh (lebih dingin) dengan suhu
permukaan. Sehingga dibutuhkan suatu mekanisme untuk mengangkat massa
air yang kaya akan hara ini ke permukaan sehingga dapat bercampur dengan
massa air permukaan dan dapat dimanfaatkan oleh fitoplankton untuk
tumbuh dan berkembang (Nybakken, 1992). Dalam hal ini perpindahan massa
air ke atas (upwelling), arus-arus divergensi dan arus-arus khusus, yang
menyebabkan terjadinya fenomena front dan eddie di laut, dapat
memindahkan dan mencampurkan kedua massa air yang berbeda suhu tersebut
dengan bantuan kekuatan angin. Upwelling merupakan penaikan massa air
laut dingin dan kaya nutrien ke lapisan di atasnya (Longhurst, 1988).
Gambar 5. Distribusi klorofil pada perairan Nusa Tenggara Timur dengan menggunakan data Modis_Terra (http://www.gsfc.nasa.gov)
Front merupakan pertemuan dua massa air yang berbeda karakteristiknya,
misalnya pertemuan antara massa air laut Jawa yang agak panas dengan
massa air Samudera Hindia yang lebih dingin dan ditandai dengan gradient
suhu permukaan laut yang sangat jelas pada kedua sisi front (Hasyim dan
Salma, 1998). Berikut ini merupakan gambaran dari proses terjadinya
upwelling (Gambar 6).
Gambar 6. Proses terjadinya upwelling dan downwelling
Umumnya sebaran konsentrasi klorofil-a tinggi di perairan pantai sebagai
akibat dari tingginya suplai nutrien yang berasal dari daratan melalui
limpasan air sungai, dan sebaliknya cenderung rendah di daerah lepas
pantai. Meskipun demikian pada beberapa tempat masih ditemukan
konsentrasi klorofil-a yang cukup tinggi, meskipun jauh dari daratan.
Keadaan tersebut disebabkan oleh adanya proses sirkulasi massa air yang
memungkinkan terangkutnya sejumlah nutrien dari tempat lain, seperti
yang terjadi pada daerah upwelling. Sedangkan eddie merupakan gerakan
air berpusar searah arus yang disebabkan adanya pertemuan massa air
panas dan dingin sehingga dapat tercipta cold ring (cold eddie) dan warm
ring (warm eddie) (Gambar 7) (Longhurst, 1988). Upwelling, front dan
eddie merupakan perangkap zat hara dari kedua massa air yang berbeda
suhu tersebut sehingga dapat merupakan feeding ground bagi jenis-jenis
ikan pelagis dan juga dapat menjadi penghalang bagi pergerakan migrasi
ikan karena pergerakan airnya yang sangat cepat dan bergelombang besar
(Hasyim dan Salma, 1998). Hal ini menyebabkan terjadinya peningkatan
stok ikan di ketiga tempat tersebut dan menjadi tempat yang ideal untuk
penangkapan ikan jenis pelagis. Dengan demikian suhu dapat menjadi salah
satu paramater yang dapat dimanfaatkan oleh sistim inderaja untuk
menduga stok ikan, yaitu dengan menggunakan gelombang thermal. Karena
obyek di bumi, termasuk tubuh air, juga merupakan sumber radiasi, dimana
obyek yang mempunyai suhu di atas nilai absolut 0oC akan memancarkan
energi panas ke atmosfir (Lillesand and Kiefer, 1987). Energi inilah
yang ditangkap oleh sensor thermal pada satelit untuk diterjemahkan
menjadi nilai digital pada citra satelit.
Gambar 7. Perbedaan eddies pada kedalaman perairan(www.oc.nps.navy.mil)
Masalah utama yang dihadapi dalam upaya optimalisasi hasil tangkapan kan
khususnya ikan pelagis adalah sangat terbatasnya data dan informasi
mengenai kondisi oseanografi yang berkaitan erat dengan daerah potensi
penangkapan ikan. Armada penangkap ikan berangkat dari pangkalan bukan
untuk menangkap tetapi untuk mencari lokasi penangkapan sehingga selalu
berada dalam ketidakpastian tentang lokasi yang potensial untuk
penangkapan ikan, sehingga hasil tangkapannya juga menjadi tidak pasti.
Oleh karena itu, informasi mengenai daerah potensi penangkapan ikan
sangat diperlukan dalam pembangunan sektor perikanan, khususnya bagi
kegiatan penangkapan ikan. Informasi tersebut dapat diperoleh melalui
kegiatan survei, eksplorasi dan penelitian-penelitian dengan menelaah
karakteristik serta variabilitas dari parameter oseanografi. Pengamatan
dan monitoring fenomena oseanografi dan sumberdaya hayati laut
memerlukan penggunaan serial data dalam selang waktu observasi tertentu
(harian, mingguan, bulanan atau tahunan). Dari citra suhu permukaan laut
(SPL) multitemporal dapat diperoleh informasi tentang pola distribusi
SPL dan upwelling atau front yang merupakan daerah potensi ikan. Dari
citra klorofil-a dapat diperoleh informasi konsentrasi fitoplankton
(mg/m3) dengan nilai yang diwakili oleh degradasi warna yang berbeda.
Diagram alir untuk analisis daerah potensi perikanan disajikan pada
Gambar 8.
KESIMPULAN :
Teknologi penginderaan jauh merupakan salah satu teknologi yang
berkembang melalui penelaahan fenomena-fenomena alam dan adanya
keinginan untuk memperoleh informasi global mengenai kondisi bumi pada
umumnya dan perikanan pada khususnya. Terlebih lagi perikanan laut
umumnya mencakup daerah yang luas, remote (jauh) dan sulit diamati
manusia tanpa adanya bantuan teknologi. Sehingga dengan mempelajari
fenomena alam, pada akhirnya dapat mengembangkan teknologi satelit
sebagai salah satu wahana yang dapat digunakan untuk menempatkan sensor
inderaja, sehingga dapat diperoleh informasi yang global mengenai
kondisi perikanan laut nasional maupun internasional. Teknologi ini
dapat menyumbangkan informasi secara kontinu kepada armada nelayan
nasional mengenai daerah potensi perikanan tangkap. Dengan kata lain
produktivitas perikanan nasional dapat ditingkatkan melalui
perkembangkan teknologi ini.
sumber : http://fahmifauzan-fahmi.blogspot.com/2013/01/pemanfaatan-telematika-remote-sensing.html
Laporan adalah suatu cara komunikasi dimana penulis
menyampaikan informasi kepada seseorang atau suatu badan karena tanggungjawab
yang dibebankan kepadanya. Dalam laporan berisi tentang penyampaian
informasi mengenai sebuah masalah yang telah atau tengah diselidiki dalam
bentuk fakta-fakta yang diarahkan kepada pemikiran dan tindakan yang akan
diambil.
Dasar-dasar laporan
Pemberi laporan
Laporan melibatkan orang atau pihak yang memberikan laporan.
Pemberi laporan dapat berupa perseorangan, sebuah panitia yang ditugaskan untuk
maksud tertentu. Dapat pula dibuat oleh peorangan atau badan kepada
seseorang atau instansi yang dianggap perlu mengetahui walaupun tidak diminta.
Penerima laporan
Yang menerima laporan adalah orang atau badan yang menugaskan,
atau badan yang dianggap perlu mendapatkan laporan tersebut.
Tujuan laporan
Tujuan laporan pada umumnya berkisar pada hal-hal berikut:
untuk mengatasi suatu masalah, untuk menagmbil suatu keputusan yang lebih
efektif, mengetahui kemajuan dan perkembangan suatu masalah, untuk mengadakan
pengawasan dan perbaikan, untuk menemukan teknik-teknik baru dan sebagainya.
Pembuat laporan harus memperhatikan sungguh-sungguh tujuan laporan ini,
sehingga pengarahan, ilustrasi, dan perincian diarahkan secara tepat kepada
tujuan terakhir dari laporan itu.
Sifat laporan
Laporan yang baik harus ditulis dalam bahasa yang baik dan
jelas. Isi dari laporan harus diurutkan dan dikembangkan sedemikian rupa
sehingga dapat masuk akal. Fakta-fakta atau bahan-bahan yang disajikan pelapor
pun harus dapat menimbulkan kepercayaan, tertama bila pelapor itu
dimaksudkan untuka mengambil suatu tindakan tertentu. Selain itu terdapat
sifat-sifat laporan sebagi berikut:
Laporan harus bersifat imajinasi.
Laporan yang dibuat harus sempurna dan komplit,yang berarti
tidak boleh ada hal-hal yang diabaikan bila hal-hal itu diperlukan untuk
memperkuat kesimpulan dalam laporan itu.
Laporan juga harus disajikan secra menarik.
Macam-macam laporan
a) Laporan beberbentuk formulir
isian
Laporan yang berbentuk formulir isian biasanya telah disiapkan
blanko daftar isian yang diarahkan kepada tujuan yanga kana dicapai. Laporan
ini bersifat rutin dan seringkali berbentuk angka-angka.
b) Laporan berbentuk surat
Bila sebuah laporan tidak banyak mengandung tabel, angka atau
sesuatu hal lain yang digolongkan pada tabel dan angka, maka bentuk yang paling
umum dipergunakan adalah laporan berbentuk surat. Laporan berbentuk ini tidak
banyak berbeda dengan sebuah surat biasa, kecuali bahwa ada sesuatu subyek yang
ingin disampaikan agar dapat diketahui oleh penerima laporan. Jika penulis
laporan mempergunakan bentuk surat dalam laporannya, maka nada dan pendekatan
yang bersifat pribadi memegang peranan yang penting, seperti halnya dengan
surat-surat lainnya.
c) Laporan bebentuk
memorandum
Laporan yang berbentuk memorandum( saran, nota, catatan
pendek) mirip dengan laporan berbentuk surat, namun biasanya lebih singkat.
Biasanya digunakan untuk suatu laporan yang singkat dalam bagian-bagian suatu
organisasi, atau antara atasan dan bawahan dalam suatu hubungan kerja dan
seringkali bermanfaat utuka suatau laporan yang bersifat formal.
d) Laporan perkembangan
dan laporan keadaan
Laporan perkembangan pada prinsipnya berbeda dari laporan
keadaan. Menurut arti laporan perkembangan adalah suatu macam laporan yang
bertujuan untuk menyampaikan perkembanagn, perubahan yang bertujuan untuk
menyampaikan perkembangan, perubahan, atau tahap mana yang sudah dicapai
dalam usaha untuk mencapai tujuan. Sebaliknya laporan keadaan mengandung
konotasi bahwa tujuan dari laporan itu adalah menggambarkan kondisi yang ada
pada saat laporan itu dibuat.
e) Laporan berkala
La[poran semacam ini selau dibuat dalam jangka waktu tertentu.
Dalam bentuk sederhan, laporan semacam ini dapat dibuat dalam bentuk
formulir-formulir isian, atau dalam bentuk memorandum.
f) Laporan laboratoris
Tujuan laporan laboratoris adalah menyampaikan hasil dari
percobaan atau kegiatan yang dilakuakan dalam laboratoria. Oleh sebab itu
laporan ini seringkali memuat percobaan-percobaan yang telah dilakukan.
Kerangka laporan laboratoris:
Halaman judul
Obyek atau tujuan
Teori (yang menyangkut teori mana yang diterapkan)
Metode (prosedur yang digunakan)
Hasil-hasil yang dicapai dalam percobaan ini dengan
mempergunakan metode diatas
Diskusi atas hasil yang telah dicapai dalam percobaan
Kesimpulan
Apendiks
Data asli
g) Laporan formal dan semi
formal
Laporan formal adalah laporan yang mennuhi
persyaratan-persyaratan tertentu sebagai yang akan disebutkan dibawah,sedangkan
nadanya bersifat impersonal dan materinya disajikan dalam suatu pola struktur
seperti yang terdapat dalam buku-buku.
Ciri-ciri umum yang dijadikan pegangan untuk menetapkan apakah
laporan merupakan laporan formal, adalah:
Harus ada halaman judul
Biasanya ada sebuah surat penyerahan
Daftar isi
Ada ikhtisar untuk mengawali laporan atau abstrak
Ada pendahuluan
Bila ada kesimpulan dan saran biasanya diberi judul tersendiri
Isi laporan yang terdiri dari judul-judul dengan tingkat yang
berbeda-beda
Nada yang dipergunakan adalah nada resmi, gayanya bersifat
impersonal
Jika perlu laporan formal dilengkapi dengan tabel dan
angka-angka
Laporan formal biasanya didokumentasikan secra khusus.
h) Laporan buku
Suatu macam laporan untuk kepentingan pendidikan atau
perkuliahan di perguruan tinggi. Laporan buku bertujuan untuk mendorong
mahasiswa membaca buku-buku yang diwajibkan atau yang dianjurkan, serta
meningkatkan kemampuan mereka memahami isi buku-buku tersebut. Laporan buklku
tidak perlu mengikuti persyaratan bagi laporan formal, disamping itu
laporan ini berbeda dari laporan-laporan lain karena ia tidak diperlukan oleh
penerima laporan. Karena itu cukup bila terdiri dari bagian-bagian berikut :
judul, pendahuluan (mencakup surat penyerahan dan pendahulan), isi laporan,
kesimpulan dan saran. Laporan buku tidak hanya berakhir dengan penyajian
ringkasan buku, tetapi diakhiri dengan kesimpulan.
Metode ilmiah atau proses ilmiah merupakan
proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan
bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam
usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan
hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis
lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.
Unsur utama metode ilmiah adalah pengulangan empat langkah
berikut:
·Karakterisasi (pengamatan dan pengukuran)
·Hipotesis (penjelasan teoretis yang merupakan dugaan atas
hasil pengamatan dan pengukuran)
·Prediksi (deduksi logis dari hipotesis)
·Eksperimen (pengujian atas semua hal di atas)
Karakterisasi
Metode ilmiah bergantung pada karakterisasi yang cermat atas
subjek investigasi. Dalam proses karakterisasi, ilmuwan mengidentifikasi
sifat-sifat utama yang relevan yang dimiliki oleh subjek yang diteliti. Selain
itu, proses ini juga dapat melibatkan proses penentuan (definisi) dan
pengamatan; pengamatan yang dimaksud seringkali memerlukan pengukuran dan/atau
perhitungan yang cermat.
Proses pengukuran dapat dilakukan dalam suatu tempat yang
terkontrol, seperti laboratorium. Proses pengukuran sering memerlukan peralatan
ilmiah khusus seperti termometer, spektroskop, atau voltmeter, dan kemajuan
suatu bidang ilmu biasanya berkaitan erat dengan penemuan peralatan semacam
itu. Hasil pengukuran secara ilmiah biasanya ditabulasikan dalam tabel, digambarkan
dalam bentuk grafik, atau dipetakan, dan diproses dengan perhitungan statistika
seperti korelasi dan regresi.
Prediksi dari
hipotesis
Hipotesis yang berguna akan memungkinkan prediksi
berdasarkan deduksi. Prediksi tersebut mungkin meramalkan hasil suatu
eksperimen dalam laboratorium atau pengamatan suatu fenomena di alam. Prediksi
tersebut dapat pula bersifat statistik dan hanya berupa probabilitas. Hasil
yang diramalkan oleh prediksi tersebut haruslah belum diketahui kebenarannya
Jika hasil yang diramalkan sudah diketahui, hal itu disebut
konsekuensi dan seharusnya sudah diperhitungkan saat membuat hipotesis. Jika
prediksi tersebut tidak dapat diamati, hipotesis yang mendasari prediksi
tersebut belumlah berguna bagi metode bersangkutan dan harus menunggu metode
yang mungkin akan datang. Sebagai contoh, teknologi atau teori baru boleh jadi
memungkinkan eksperimen untuk dapat dilakukan.
Eksperimen
Setelah prediksi dibuat, hasilnya dapat diuji dengan
eksperimen. Jika hasil eksperimen bertentangan dengan prediksi, maka hipotesis
yang sedak diuji tidaklah benar atau tidak lengkap dan membutuhkan perbaikan
atau bahkan perlu ditinggalkan. Jika hasil eksperimen sesuai dengan prediksi,
maka hipotesis tersebut boleh jadi benar namun masih mungkin salah dan perlu diuji
lebih lanjut.
Eksperimen tersebut dapat berupa eksperimen klasik di dalam
laboratorium atau ekskavasi arkeologis.Pencatatan juga akan membantu dalam
reproduksi eksperimen.
KARAKTERISTIK METODE
ILMIAH
·Bersifat kritis, analistis, artinya metode menunjukkan
adanya proses yang tepat untuk mengidentifikasi masalah dan menentukan metode
untuk pemecahan masalah.
·Bersifat logis, artinya dapat memberikan argumentasi
ilmiah. Kesimpulan yang dibuat secara rasional berdasarkan bukti-bukti yang
tersedia.
·Bersifat obyektif, artinya dapat dicontoh oleh ilmuwan lain
dalam studi yang sama dengan kondisi yang sama pula.
·Bersifat konseptual, artinya proses penelitian dijalankan
dengan pengembangan konsep dan teori agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.
·Bersifat empiris, artinya metode yang dipakai didasarkan
pada fakta di lapangan.
LANGKAH-LANGKAH
METODE ILMIAH
Masalah: berawal dari adanya masalah yang dapat
digali dari sumber empiris dan teoretis, sebagai suatu aktivitas pendahuluan.
Agar masalah ditemukan dengan baik memerlukan fakta-fakta empiris dan diiringi
dengan penguasaan teori yang diperoleh dari mengkaji berbagai literatur
relevan.
Rumusan masalah: Masalah yang ditemukan
diformulasikan dalam sebuah rumusan masalah, dan umumnya rumusan masalah
disusun dalam bentuk pertanyaan.
Pengajuan hipotesis: Masalah yang dirumuskan
relevan dengan hipotesis yang diajukan. Hipotesis digali dari penelusuran
referensi teoretis dan mengkaji hasil-hasil penelitian sebelumnya.
Metode/strategi pendekatan penelitian: Untuk
menguji hipotesis maka peneliti memilih metode/strategi/pendekatan/desain
penelitian yang sesuai.
Menyusun instrumen penelitian: Langkah setelah
menentukan metode/strategi pendekatan, maka peneliti merancang instrumen
penelitian sebagai alat pengumpulan data, misalnya angket, pedoman wawancara,
atau pedoman observasi, dan melakukan pengujian validitas dan reliabilitas
instrumen agar instrumen memang tepat dan layak untuk mengukur variabel
penelitian.
Mengumpulkan dan menganalisis data: Data
penelitian dikumpulkan dengan Instrumen yang kemudian dilakukan pengolahan dan
analisis data dengan menggunakan alat-alat uji statistik yang relevan dengan
tujuan penelitian atau pengujian secara kualitatif.
Simpulan: Langkah terakhir adalah membuat simpulan
dari data yang telah dianalisis. Melalui kesimpulan maka akan terjawab rumusan
masalah dan hipotesis yang diajukan dapat dibuktikan kebenarannya.
Hiiiii guysss.....!!!! How r u ????? Gw berharap kalian bae2 aj ^^
Ud lama gw gak update d blog ini, mmmmmm kira2 hampir 2 minggu..... kalian pasti kangen kan sm gw..... ngaku aj klo kangen hihihihihihihi.......gw jg kangen kok sm kalian buakakakakaka....untuk mngobati rasa rindu kalian, gw hr ini mau lanjutin nulis blog....
Dari hari Kamis gw ngerasa klo gw itu lg alay bangets, lebay bangets, stress bangets, gilak bangets, kagak jelas, labil bangets...dan itu semua kagak terbendung lg...sampe2 temen2 gw nanya gw lg knp hhhuuufffttt..... entahlah yaah gw jg kagak ngerti gw sendiri lg kenapa bisa dlm kondisi kayak begini.... sanking kagak jelasny gw smp deact dr kancah perFB-an hhuuuffttt...karena lg stress berat gw smp gagal diet minggu ini...huuuftinaaah....sanking alayny gw, temen2 gw pd protes ke gw di line atau d twitter...yaolooh sedih deeh gw.... kita sudahi ajlah maslah ke-alay-an gw, ke stressan gw, ke lebay-an gw...Tapi kestressan gw sedikit brkurang siiih cm gegara hal sepele hehehehehehehe cuma gegara spaghetti tuna buatan gw, tante gw sm kakak gw..... sbnrny bukan cm krn spaghettiny doang, tapi krn kita masak bareng, yaaah walaopun gw sm tante gw cm sbagai tim penyemangat & tim huru hara,tapi kekeluargaanny dapet, becanda sambil masak, curhat sambil masak.... sepele siih tapi itu brhasil bikin mood gw naek ^^ lanjut ke topik berikutny aj.....
Hari ini Senin....baru ngeh klo rabu udin UTS.....ud gt jdwl prtama dapet matkul asuransi...yaoloooh slideny kebanyakkan, mana materi prtma, mana materi ke2 dan strusnya gw aj kagak tau, pdhl gw yg bagiin potokopian ke anak2 kls o_O Oh ia pagi2 td gw kebangun gegara telepon line dr tmn gw, doi nnya hr ini klsny d lantai brp, laaah laaah laaah org lg minggu tenang die malah dateng ke kampus, songkil bgt wkwkwkw Td pagi gw jg nelepon temen gw si ka nurma, masa abis kita telepon2n die lgsg sms gw bilang gini "Jangan stress dong dek, gw bs nilai dr suara lo td" SUMPAH gw jd terhuraaa omaigat tata nulmiii kamu kaya paranormil aj tau klo gw lg stress wkwwk...maaaciiih looh tata nulmi, i lap yuu moooah :*
Ok tadi masalah tmn gw itu cuman intermezo, balik lg ke topik asuransi....jujur gw gak tau sepanjang bapakny ngajar tuuh doi ngomong ap, ngejelasin ap..gw sama sekali kagak tau, bapakny klo ngajar suarany kecil, ud gt ngomong ke papan tulis mulu, laaah kitany ora ngertos bapake.....tapi untung bapake ganteng bening kinclong, jdny kita2 maapin deeh bapake..... Pak asuransi ngasih soalny kaya kuis kmrn aj yaaaa puahweeeaaaseee, gw yakin bisa dpt minimal 90 klo soalny kaya kmrn kuis.... klo smp itu kejadian beneran gw gak bakalan ragu bilang Bapake I lap yu wkwkwkwk Tadiny pagi ini gw brniat untuk belajar asuransi, tapi entah knp baru baca 1 slide aj ud muaal....dan gw trhasut untuk nonton insert & silet..... weeeh sumpaaah gw baru tau klo cut tari udin mulai ekseeeess lg di kancah per-insert-an...doi udin mulai nge-host lg mameeen syoook....tapi bagus siih doi ud mulai nongol lg d tv, itu pembuktian buat org klo doi ud mulai menata idupny lg, proud of you cut tari cemungutth cemunggut yaaps ^^ Gw td sempet nonton silet, trnyata yg lg bhn perbincangan itu si arya wiguna...om alyaaa situ ekseees yaap cekalang ^^ iiih om maaah eksees kagak ngajak kite2 huuufftt... om jgn suka gebrak gebrok meja dunks, duuuh om klo om mau ke rmh saya, pas om injekin kaki depan gerbang prtama ud lgsg gw blg 'STOP,JANGAN MASUK KE RUMAH GW, MEJA DI RUMAH GW UDEH TINGGAL DIKIT, PWWHEASSSEE" om meja tuuh jaman skrg ud mahal looh hrgany jd jgn suka gebrak meja, ntar klo rusak mahal beliny, klo om mau gantiin beli sih kagak nape deeh ^^ Oh ie, gw heran sm emak gw, kenapa ngulek cabe mesti di meja komputer, kagak d dapur, pdhl ini gw lg maen komputer, jd bergoncang hebat ini komputer gw, yaoloooh mama, kan bs juga pake blender.... dan 1 lg yg gw kagak abis pikir, kan celana rumahan gw ad yg sobek dikit, naah gw minta tolong emak gw jaitin, masa yg doi jaitin bukan yg sobek, tapi yg kagak sobek, dan itu jaitanny panjang bgt.....syooook....mamaaaaaaa...anakmu udin kagak tau lg mau ngomong apose, terus pas doi lg ngulek dengan santainy doi nanya gini "De,mama mau trkenal kaya arya wiguna, mendingan mama bikin ap yaah biar trkenal kaya doi?" gw syoook sangat syoook teramat sangat syoook maaaamaaaaaaa -,- Oh ie, tadi pas nonton insert & silet gw sempet rumpi d twitter sm si ka ratih dan galce,bukanny bljr asuransi malah asik rumpi...gw bingung sbnrny klo ud gw, ka ratih, ka mira sama galce ngobrol pasti ujung2ny kagak jelas ngalor ngidul entah berantah apalah - apalah kemana, semua topik lubeeer....akhir2 ini topik yg lg sering kita omongin adlh mslh "anu & itu" sebenerny kagak jelas jg "anu & itu" definisiny ap, tapi psti lgsg ngakak begitu ngebahas "anu & itu".... klo bbrpa minggu yg lalu kita masih dlm topik "laki".....klo bbrpa bulan yg lalu topikny masih sekitaran "mama & tuyul2ny" tapi skrg semua topik itu udin ke gusur sm topik "anu & itu"... "anu & itu" brapooo brapoooo..... pasti klo udin ngobrol sm mereka gak secara live gak via line, gak via twittong tetep aj kagak jelas ngobrol apaan, palingan brujung dengan rumpiin org wkwkwkwk
Ad kabar gembira niiih, kayany dlm bbrp hari ke dpn ke-alay-an gw, ke stress-an gw, ke labil-an gw, ke gila-an gw, ke kagak jelasan gw, ke lebay-an gw... itu semua akan brakhir, gw akan kembali normal sprti sedia kala (proook prroook proook tepuk tangan) ^^
oh ie guuuuys udhan dl yeeee, anemia gw lg kumat, lg keliyengan bangeeetss teramaet sangeeetss... byeee c u next time yuuuaaa...
Gw kagak cape2ny ingetin kalian buat follow akun twittong gw @elizabethnrps kagak rugi deeh follow gw, gw itu bendahara kelas yg terkenal seantero kelas, jdnya bener kagak rugi follow gw, nanti gw kasih hadiah potokopian materi deeeh ^^ Oh ie, ava twittong gw lg lebay, BG gw lg lebay, Header gw kagak kenal siapa, bio gw kagak jelas apaan ^^